Showing posts with label Detektor. Show all posts

Sensor QCM  

Posted by: Yuana Farida in

Sensor QCM (harga sekitar US $2.8 - 3.2)
   QCM (Quartz Crystal Microbalance) merupakan sensor yang sering digunakan untuk sebagai alat penciuman elektronik (electronic nose) untuk mendeteksi berbagai karakteristik aroma. Sensor ini dapat diaplikasikan untuk mendeteksi berbagai gas-gas berbahaya yang beracun yang berbahaya apabila dideteksi menggunakan hidung manusia. Selain itu juga dapat diaplikasikan dalam bidang kesehatan, makanan, dan keamanan.

   Salah satu contoh aplikasi sensor ini adalah penemuan  Dr Muhammad Rivai ST MT yang menciptakan penciuman elektronik dengan biaya kurang dari 10 juta. Penciuman elektronik buatan Indonesia ini mempunyai sensor yang dapat mengenali, mengidentifikasi dan menganalisa 32 jenis aroma. Diantaranya aroma apel, melati, dan peppermint. Dosen Teknik Elektro ITS  ini berharap alat tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan industri rokok, makanan dan minuman, hingga dunia kesehatan.
(sumber: http://koran.republika.co.id/berita/32119/Dosen_ITS_Ciptakan_Alat_Sensor_Aroma).


Read More......

Sensor LPG  

Posted by: Yuana Farida in

Sensor gas LPG merupakan sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan gas LPG, melalui keberadaan senyawa propane dan butane yang memang terdapat dalam gas LPG. Sensor gas LPG memiliki sensitifitas yang tinggi dan waktu respon yang cepat dalam mendeteksi gas LPG.

Cara Kerja
Skematik rangkaian dalam sensor
Dalam sensor ini terdapat 6 pin, 4 digunakan untuk menangkap sinyal sedangkan 2 lainnya untuk aliran pemanas.Sensor terdiri dari tabung keramik mikro berbahan AL2O3, lapisan sensitif SnO2(Tin Dioxide), elektroda pengukur dan kawat pemanas yang dibungkus dalam jaris besi dan plastik. Ketika molekul gas menyentuh permukaan lapisan sensitif SnO2 , maka satuan resistansi dari kawat pemanas (heater) akan mengecil sesuai dengan konsentrasi gas. Sebaliknya, jika konsentrasi gas menurun akan menyebabkan semakin tingginya resistansi kawat pemanas (heater) sehingga tegangan keluarannya akan menurun. Dengan demikian perubahan konsentrasi gas dapat mengubah nilai resistansi sensor dan juga akan mempengaruhi tegangan keluarannya juga, hal inilah yang dijadikan acuan bagi pendeteksian gas LPG.

Read More......

Panduan pemilihan sensor gas  

Posted by: Yuana Farida in

Gas Guide Selection


Read More......

Teknologi sensor gas : Solid State  

Posted by: Yuana Farida in

Contoh sensor solid state
   Pada postingan sebelumnya telah dijelaskan ada 5 macam teknologi pada sensor gas. Berikut ini akan saya bahas salah satunya yaitu Solid State.

Asal-muasal
   Sebenarnya penemuan solid state tidak disengaja. Jadi ketika ilmuwan sedang meneliti semikonduktor p-n junction, mereka menemukan semikonduktor ini sensitif terhadap lingkungan bergas. Pada waktu itu hal ini dianggap sebuah masalah, tapi akhirnya dapat diselesaikan dengan membungkus chip semikonduktor sehingga tidak lagi terpapar lingkungan luar. Sejak itu dilakukan beberapa penelitian untuk memanfaatkan sifat sensitif gas semikonduktor ini namun gagal.

   Baru pada tahun 1968 Mr.N.Taguchi menemukan semikonduktor sederhana atau solid-state sensor untuk mendeteksi hidrokarbon dalam rentang LEL yang mudah terbakar. Tahun 1972, Internasional Sensor Technology (IST) di Irvine, California memperkenalkan sensor solid-state untuk mendeteksi hidrogen sulfida dalam rentang 0-100 ppm. Beberapa tahun kemudian, IST mengembangkannya hingga dapat mendeteksi hingga lebih dari 100 gas berbahaya yang berbeda pada level ppm rendah. Hingga saat ini, sensor solid-state tersedia untuk mendeteksi lebih dari 150 gas berbeda.
     Sekarang banyak perusahaan pembuat sensor solid-state, tetapi tiap sensor memiliki karakteristik berbeda dan pembuat yang berbeda menwarkan level kinerja dan kualitas yang berbeda-beda.

Read More......

Pengenalan Sensor Gas  

Posted by: Yuana Farida in

    Sensor gas, atau dikenal juga sebagai detektor gas, merupakan perangkat untuk mendeteksi keberadaan berbagai gas pada suatu daerah, biasanya sebagai bagian dari sistem pengamanan. Sensor ini penting karena ada banyak jenis gas yang berbahaya bagi manusia ataupun hewan. Apabila terdeteksi kebocoran gas berbahaya ini, sensor gas dapat membunyikan sistem alarm untuk memberitahu manusia. Selain mendeteksi gas berbahaya, beberapa jenis sensor ini  dapat juga mendeteksi gas-gas yang berguna bagi manusia seperti oksigen.
    Sebagai detektor yang mengukur konsentrasi gas, sensor menanggapi kalibrasi gas, yang berfungsi sebagai titik referensi.  Awalnya sensor ini diproduksi untuk mendeteksi gas tunggal, tetapi beberapa sensor yang lebih modern dapat mendeteksi kombinasi dari beberapa gas.
Sensor gas portable
Ada beberapa teknologi yang digunakan pada sensor gas yaitu: Solid State, Electrochemical, Infrared, Photoionization, dan Catalytic Bead

Read More......

Mengenal Sensor  

Posted by: Yuana Farida in

Sensor merupakan suatu tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Pada dunia nyata, sensor biasanya digunakan untuk mendeteksi perubahan pada lingkungan, baik secara fisik,kimia,bahkan biologi -- sehingga dapat dilakukan proses pengukuran, controlling dan proteksi.

Tranduser
Tranduser berasal dari bahasa latin "tranducere" yang artinya mengubah. Sehingga tranduser dapat diartikan sebagai alat yang dapat mengubah suatu energi ke bentuk energi lainnya. 
Sedangkan Menurut William D.C (1993), tranduser adalah sebuah alat yang digerakkan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmsi, akan menyalurkan energi tersebut ke dalam bentuk yang sama atau ke dalam bentuk yang berlainan ke sisstem transmisi berikutnya. Transmisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, opik (radiasi) atau thermal (panas). Contohnya generator, merubah energi mekanik menjadi energi listrik.

Jenis-jenis sensor
  • Sensor fisika
Sensor fisika digunakan untuk mendeteksi perubahan yang bersifat fisik dan berkaitan dengan hukum-hukum. fisika.Contoh sensor fisika adalah sensor cahaya, sensor suara, sensor gaya, sensor tekanan, sensor getaran / vibrasi, sensor gerakan, sensor kecepatan, sensor percepatan, sensor grafitasi, sensor suhu, sensor kelembaban udara, sensor medan listrik/magnit, dll.
  • Sensor Kimia
Sensor kimia dapat mendeteksi jumlah suatu zat kimia dengan cara mengubah besaran kimia menjadi besaran listrik, dapat melibatkan beberapa reaksi kimia. Contoh sensor kimia adalah sensor pH, sensor Oksigen, sensor ledakan , dan sensor gas.
  • Sensor Biologi
Contoh sensor biologi adalah:
- sensor pengukuran molekul dan biomolekul: toxin, nutrient, pheromone.
- sensor pengukuran tingkat glukosa, oxigen, dan osmolitas.
-sensor pengukuran protein dan hormon

Read More......